Motivasi

Setiap kali Anda mengucapkan dalam hati "terima kasih" Anda menjadi lebih damai - dan lebih punya kuasa.

Saat Sayyidina Ali Telat Subuh Berjamaah
Thursday, 05 August 2010 08:46

Dini hari itu Ali bin ABi Thalib bergegas bangun untuk mengerjakan shalat Subuh berjamaah di masjid bersama Rasulullah. Rasulullah tentulah sudah berada di sana. Rasanya, hampir tidak pernah Rasulullah keduluan orang lain dalam berbuat kebaikan. Tidak ada yang istimewa karena memang itulah aktivitas yang sempurna untuk memulai hari, dan bertahun-tahun lamanya Ali bin Abi Thalib sudah sangat terbiasa.

Langit masih gelap, cuaca masihlah dingin, dan jalanan masih pula diselimuti kabut pagi yang turun bersama embun. Ali melangkahkan kakinya menuju masjid. Dari kejauhan, lamat-lamat sudah terdengar suara Bilal memanggil-manggil dengan adzannya yang berkumandang merdu ke segenap penjuru Kota Madinah.Namun belumlah begitu banyak melangkah, di jalan menuju masjid, di hadapannya ada sesosok orang. Ali mengenalinya sebagai seorang kakek tua yang beragama Yahudi. Kakek tua itu melangkahkan kakinya teramat pelan sekali. Itu mungkin karena usianya yang telah lanjut. Tampak sekali ia sangat berhati-hati menyusuri jalan.

Read more...
 
Tentang seorang Konsultan
Thursday, 29 July 2010 09:36

Seorang gembala menggiring domba-dombanya di padang rumput terpencil ketika tiba-tiba sebuah BMW baru meluncur arahnya. Pengemudi, seorang pemuda dalam setelan Broni, sepatu Gucci, kacamata hitam Ray Ban dan dasi YSL, melongok keluar jendela dan bertanya gembala, "Jika saya mengatakan dengan tepat berapa banyak domba yang ada dalam kawanan Anda, maukah Anda memberi aku satu ekor?"

Read more...
 
Mengembalikan Dompet
Wednesday, 28 July 2010 05:06

Pada suatu hari ada seorang anak laki-laki yang jujur mengembalikan dompet seorang bapak yang jatuh 2 hari lalu di lapangan futsal dekat rumahnya.
Seteleh menerima dompet itu Sang Bapak membuka dompetnya penuh keheranan dan mengatakan, 'Aneh ya, ketika dompet saya hilang hanya terdapat uang sebanyak lima puluh ribuan satu lembar. Kenapa sekarang berubah menjadi empat lembar sepuluh ribuan dan 10 lembar seribuan?'

Read more...
 
Tentang Nafkah yang Sulit
Tuesday, 27 July 2010 08:26

Fadlan datang kepada seorang kyai di kampungnya. Ia merasa bingung. Sudah banyak cara telah ia tempuh, namun rezeki masih tetap sulit ia cari. Kata orang, rezeki itu bisa datang sendiri, apalagi kalau sudah menikah. Buktinya, sudah 3 tahun ia menikah dan dikarunia dua orang anak, ia masih tetap hidup luntang-lantung tak menentu.
Benar, keluarganya tidak pernah kelaparan sebab tidak ada makanan. Namun kalau terus-terusan hidup kepepet dan tidak punya pekerjaan, rasanya tidak ada kebanggaan diri. Ia pun datang kepada Kyai Ahmad untuk minta sumbang saran. Kalau boleh sekaligus minta do’a dan pekerjaan darinya. Terus terang, ia sendiri kagum dengan sosok Kyai Ahmad yang amat bersahaja. Tidak banyak yang ia kerjakan, namun dengan anak 9 orang, sepertinya mustahil bila ia tidak pusing memikirkan nafkah keluarga. Tapi nyatanya, sampai sekarang Kyai Ahmad tetap sumringah di mata Fadlan. Tidak pernah ia lihat Kyai Ahmad bermuka muram seperti dirinya.

Read more...
 
Tawakal, ikhlas, dan sabar
Sunday, 25 July 2010 02:47

Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya perbaikan kecil.

Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak cukup. Hanya berharap dapat order besar sehingga bisa membawa uang ke rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan.

Read more...
 
Seperti ini Gosip?
Sunday, 25 July 2010 02:19

Tapi demi menjaga kekeluargaan dan rasa gak enak karena bagaimanapun Tante Jimron masih saudara juga, maka ibu tetap berusaha untuk datang. Sebagai alternatif (baca:korban) saya lah yang diajaknya. Katanya, daripada bengong sendirian.
Dan benarlah keadaannya emang begitu…
Sesampai di rumah Tante Jimron, sudah dipenuhi oleh undangan yang mayoritas ibu-ibu teman dari Tante Jimron and the Gank.
Macem-macem penampakannya, ada yang kaya toko emas berjalan dengan kalung, anting segede biji salak dan aksesori lengkap lainnya dari bahan berwarna kuning itu, untung aja giginya ngga berwarna kuning....

Read more...
 
Bersyukur Disaat Kehilangan
Wednesday, 14 July 2010 09:42

Ada seorang bapak tengah menyusuri jalan. Tanpa diduga kakinya menginjak sesuatu. Sang bapak menemukan koin kuno yang terlihat kotor. Segera uang itu dibawa
ke kolektor uang kuno di daerah Kota. Sungguh beruntung dirinya, uang kuno itu dihargai Delapan juta rupiah. Penuh riang gembira pulang ke rumah. Ditengah jalan bertemu dengan kenalannya.
Kenalannya itu menjual perabotan rumahnya karena hendak pindah tugas ke Jerman. Semuanya dijual delapan juta. 'Wah untung besar ini,' pikirnya. Maka dia berinisiatif menawarkan barang-barangnya ke toko mebel. Pemilik toko segera membelinya dengan harga dua puluh juta rupiah.

Read more...
 
Atasi Stress Anda
Wednesday, 07 July 2010 05:04

Buku pertama yang saya tulis adalah buku anak-anak. Saya pernah mendengar bahwa memastikan sebuah buku diterbitkan bisa sangat sulit, maka saya mengumpulkan alamat enam puluh penerbit buku anak-anak, membuat enam puluh copy dari naskah saya, dan mengirimkannya ke seluruh dunia.

Saya merasa benar-benar cerdas! Saya berfikir, "Skenario terburuknya adalah lima puluh diantaranya menolak, sehingga aku bisa memilih sisanya." Coba anda menerka berapa banyak penolakan yang saya dapatkan! Enam puluh satu! Seorang penerbit menolak saya dua kali!

Read more...
 
Bagaimana dengan Canda Tawa
Wednesday, 07 July 2010 03:57

Pernahkan kepada Anda terbentur atau pergelangan tangan anda patah ketika sedang bercanda dengan teman-teman anda? Apa yang anda perhatikan? Ketik anda TERTAWA, sulit sekali anda merasakan KEPEDIHAN!.

segala macam hal yang mengagumkan terjadi ketika anda tertawa...

  • Kapasitas paru-paru anda mengembang, memperbaiki sistem pernapasan dan konsumsi oksigen
  • Sistem kekebalan anda di aktifkan - sehingga tubuh anda lebih kuat melawan infeksi. Tubuh anda mengeluarkan lebih banyak sel T pelindung yang memerangi virus dan sel kanker
Read more...
 
Perlu Kesabaran dan Ketekunan
Monday, 05 July 2010 08:49

Seorang wanita mendekati pemain biola besar, Fritz Kreisler, setelah salah satu konsernya. Wanita ini mengatakan, "Tuan Kreisler, saya rela mengorbankan kehidupan saya demi bisa bermain seperti anda!" Kreisler menoleh kepadanya, tersenyum, dan mengatakan, "Saya memang mengorbankan kehidupan saya!"

Kalau anda ingin benar-benar pandai dalam suatu hal, mungkin anda perlu menghabiskan seluruh kehidupan anda dengan berlatih - atau sepuluh tahun berlatih - atau setidaknya enam bulan!

Read more...
 
Tips Mengasah Kecerdasan Emosi
Monday, 05 July 2010 07:46

Tidak sama halnya seperti kecerdasan otak atau IQ, kecerdasan emosi hadir pada setiap org & bisa dikembangkan.
Berikut beberapa tips bagaimana cara mengasah kecerdasan emosi:

1. Selalu hidup dengan keberanian.
Latihan dan berani mencoba hal-hal baruakan memberikan beragam pengalaman dan membuka pikiran dengan berbagai kemungkinan lain dalam hidup.

Read more...
 
Kemampuang Bahasa Inggris Saya Tidak Cukup?
Thursday, 01 July 2010 07:27

Saya telah diajar/belajar bahasa Inggris sejak SMP (atau mungkin sejak TK), tapi mengapa Kemampuan Bahasa Inggris Saya Kurang Berkembang? What is wrong with me?” Pertanyaan ini mungkin sering menggerogoti fikiran anda jika bahasa Inggris anda masih mentok di situ dan tidak kunjung meningkat. Jika memang demikian pertanyaan Anda maka Anda tetap perlu bersyukur bahwa dengan adanya pertanyaan seperti itu, di dada anda masih ada gelora untuk bisa. You just keep on trying! Walaupun bahasa Inggris memang kompleks (i.e. karena vocab yang banyak, pronunciation yang tidak konsinten, banyak perkecualian, ect. Jika orang lain bisa kenapa anda tidak? Yang perlu dicaritahu sekarang adalah apa yang salah; apakah metodenya, tingkat keseriusan, atau mungkin karena alasan lainnya?

Read more...
 
«StartPrev12NextEnd»

Page 2 of 2