Motivasi

"I have learned that people will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel."

Kapan Anda Harus Berhenti
Thursday, 01 July 2010 11:44

Coba anda membayangkan diri baru mulai belajar piano - dan anda sudah berfikir: "Ini terlalu sulit. Mungkin sebaiknya aku belajar segitiga saja..." atau coba anda membayangkan diri baru mulai menjual properti. Dan anda tidak menyangka demikian hanyak transaksi yang batal! Anda bertanya kepada diri anda sendiri, "Apakah sudah waktunya aku berhenti dan mencari sesuatu yang lebih mudah?" Waktu terbaik untuk berhenti adalah SETELAH ANDA SUKSES!

 

Mengapa? Sebab sukses itu lebih tentang keuletan daripada bakat. Dengan latihan, anda mungkin bisa melakukan sebagian besar hal dengan cukup baik - mungkin tidak seperti ahlinya, namun cukup baik. Anda juga tidak tahu betapa menggembirakan sesuatu itu hingga anda bisa melakukannya dengan cukup baik. Hingga anda bisa memainkan selusin lagu dengan piano anda, anda tidak akan pernah mengenal kegembiraan memainkan musik. Hingga anda menjual mungkin dua puluh properti, anda tidak akan pernah mengetahui apakah lebih menggembirakan menjadi agen yang sukses daripada agen yang kelaparang.

Bertahanlah cukup lama untuk mencapai target. Baru memutuskan kalau Anda mau berhenti. Ibarat pizza. Hingga anda mencicipi pizza yang baik, bagaimana anda mengetahui apakah anda menyukai pizza? Tentu saja, terkadang anda mencba sesuatu dan langsung jelas, "Ini benar-benar ide yang bodoh!" Akan tetapi, selama tidak demikian, yang penting adalah keuletan.

Ketika anda menyelesaikan apapun yang anda mulai, terjadilah dua hal:

  1. Anda mempertimbangkan masak-masak sebelum memulai sesuatu, dan
  2. Anda mengembangkan kebiasaan sukses.

====

Tetapkan target yang wajar, capailah target tersebut, baru memutuskan apakah anda mau berhenti. Sunguh menakjubkan bagaimana sedikit sukses bisa mengubah pikiran Anda!

Share this post