Motivasi

Kitalah yang mengendalikan hidup kita. Anda menentukan yang anda pikirkan. Anda memutuskan apa yang anda masukkan ke dalam pikiran anda dan dengan demikian menentukan apa yang akan anda dapatkan. Carilah orang-orang yang benar-benar bahagia! Mereka sulit sekali ditemukan! Carilah orang yang hidupnya sama sekali tidak bahagia ndan mengharapkan hidup yang cerah. Mereka juga sulit ditemukan. Sebagian besar yang kita dapatkan dalam hidup ini adalah apa yang kita harapkan.

Harapan yang salah
Friday, 30 December 2011 04:20

Sekarang anda di timpa masalah, masalah yang sangat berat, anda baru saja di pecat, memiliki hutang ratusan juta, mengindap penyakit gula, Kemudian,

  • Tahu-tahu seorang jutawan datang dan berjanji akan membantu anda dengan kekayaannya...
  • Tidak cukup sampai disitu. Seorang ulama datang dan berjanji akan memmbantu anda dengan keilmuannya...
  • Tambah lagi. Seorang gubernur datang dan berjanji akan membantu anda dengan kekuasaannya...

Kira-kira bagaimana sikap anda? Dibantu oleh tiga orang ini, tentu saja keyakinan anda melesat dalam memberesi masalah. Motivasi anda pun meluap-luap. Begitukah? Padahal....

Allah telah berjanji akan membantu hamba-hamba Nya:

 

  • Dimana kekayaan-Nya melebihi kekayaan si Jutawan.
  • Dimana keilmuan-Nya melebihi keilmuan si Ulama.
  • Diaman kekuasaan-Nya melebihi kekuasaan si gubernur.

Nah, menyadari hal ini, mestinya anda lebih yakin dan lebih termotivasi. Juga anda lebih menaruh harapan kepada Allah SWT ketimbang manusia. Tentu saja boleh - bahkan harus - tolong menolong sesama manusia. Namun itu hanyalah 'perantara' dari Allah. Bukankah itu yang utama? Camkan, kalau keyakinan kepada-Nya bertambah, maka motivasi pun turut bertamabah. kalau keyakinaan kepada Nya melemah, maka motivasipun turut melemah.

Share this post